Sidang Paripurna DPR 2014-2015 Hujan Interupsi

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Sidang Paripurna DPR 2014-2015 Hujan Interupsi

PAK DHE
Minggu, 17 Mei 2015
Satelit9.info Jakarta - Paripurna pembukaan masa sidang DPR tahun sidang 2014-2015 hujan interupsi. Anggota DPR ramai-ramai interupsi mulai dari soal salah baca nama fraksi hingga tes keperawanan TNI. Awal interupsi ketika salah seorang anggota Fraksi NasDem yang protes karena Agus Hermanto membacakan presensi fraksi dengan nama Nasional Demokrat. "Pimpinan, tolong didengarkan. Kami bukan Nasional Demokrat, tapi Fraksi NasDem. Tolong diperhatikan," kata anggota Fraksi NasDem di ruang sidang paripurna, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2015). Mendengar interupsi itu, Agus langsung meralat dan kemudian membacakan presensi Fraksi NasDem secara benar. Selesai sesi lantunan lagu Indonesia Raya, giliran anggota Fraksi PDIP dari NTT Honing Sanny. Ia ingin menyampaikan suara masyarakat di daerah pemilihannya terkait tes keperawanan masuk TNI. "Ada suara keluhan dari masyarakat di dapil saya, NTT. Banyak anak SMA yang bertanya soal tes keperawanan masuk TNI. Mohon pimpinan mendengarkan aspirasi masyarakat," ujar Honing. Mendengar Honing bisa melontarkan interupsi, anggota dari fraksi lain meminta bisa diberikan kesempatan. Namun, Agus Hermanto langsung buru-buru memotong agar interupsi dilanjutkan setelah pidato Ketua DPR Setya Novanto "Tolong nanti anggota dewan dilanjutkan setelah paripurna. Kami pimpinan soalnya ada rapat konsultasi dengan pimpinan. Apakah setuju semua?," sebut Agus sambil bertanya. Beberapa anggota dari fraksi lain pun langsung menggerutu. "Sudah batalin aja rapat konsultasinya, pimpinan," tutur salah seorang anggota fraksi dari sebelah kanan. Tidak absolutist berselang, anggota fraksi dari PAN, Teguh Juwarno langsung menginterupsi terkait etnis Rohingya. Ia meminta kepada pimpinan agar DPR bisa mengambil sikap tegas soal pengungsi Rohingya. "Etnis Rohingya ini diskriminasi sistematis. Mereka ada di ASEAN. Fraksi PAN mendorong DPR agar mengambil inisiatif tegas, meminta pemerintah diplomasi agar masalah Rohingya diselesaikan dalam konteks Asean," sebutnya. Hal ini memantik anggota fraksi PAN lain, Dessy Ratnasari untuk interupsi. Begitupun anggota dari fraksi lain yang juga ingin terpancing untuk melakukan interupsi. "Sebentar, sebentar, kami ingin agar Ketua DPR melakukan pidato sebentar. Tolong dengarkan," kata Agus Hermanto. "Apakah semua setuju," tanya Agus. "Setuju," ujar sebagian anggota DPR.