Evakuasi Eri Yunanto Terus Dilakulan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Evakuasi Eri Yunanto Terus Dilakulan

PAK DHE
Minggu, 17 Mei 2015
Satelit9.info Yogyakarta -Tim evakuasi pendaki yang terjatuh ke dalam kawah Merapi, Eri Yunanto, berharap puncak merapi dipenuhi angin. Hal ini untuk menghindari kepekatan gas sulfur di dalam kawah Merapi ketika mengevakuasi Eri di kedalaman 300 meter. "Pergerakan angin dan arah angin juga menentukan. Kalau nggak ada angin, gas sulfur berarti berhenti di seputaran kawah," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Sektor Selo, Suwignyo , Senin (18/5/2015). "Tapi kalau ada angin itu maka gasnya semakin bergerak naik karena dinding kawahnya vertikal," tambah Suwignyo. Tim evakusi melihat sosok Eri di kedalaman 300 beat dari bibir kawah Merapi. Lokasi tersebut diperkirakan memiliki suhu 160-420 derajat Celcius. Sehingga tim diharapkan ekstra hati-hati karena lokasi tersebut cukup ekstrem. "Sangat berbahaya gas sulfurnya, makanya tim ini harus hati-hati betul, karena ini sangat ekstrem," ujar Suwignyo. Oleh karena itu, tim menggunakan tali-tali khusus dengan membawa tabung oksigen, masker dan mengenakan sarung tangan khusus. Namun tim masih menggunakan pakaian seadannya karena belum ada perlengkapan berupa pakaian khusus anti panas. "Pakaian anti panas sementara ini belum, masih menunggu logistik pendukung," ucap Suwignyo. Tim telah berangkat ke kawah Merapi dari Pasar Bubrah pada pukul 08.00 WIB. Eri terjatuh ketika mendaki ke atas puncak tertinggi Merapi di bibir kawah. Nahas, ketika turun ia terpeleset dan terjatuh ke dalam kawah.