Almarhum Dubes RI Pakistan Burhan Dimakamkan Secara Militer

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Almarhum Dubes RI Pakistan Burhan Dimakamkan Secara Militer

PAK DHE
Rabu, 20 Mei 2015
Satelit9.info Yogyakarta -Jenazah almarhum Burhan Muhammad, Rabu (20/5/2015) dimakamkan dengan upacara militer di pemakaman keluarga Mondoliko, Muja-Muju, Umbulharjo Yogyakarta. Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Guber
nur Akademi Angkatan Udara, Marsekal Muda Abdul Muis. Pukul 10.00 WIB jenazah almarhum tiba di pemakaman Mondoliko diiringi keluarga dan kerabat setelah diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Agus Salim 57 Ngampilan pada pukul 09.45 WIB. Di sisi kanan dan kiri makam, pasukan Salvo dari Batalyon 403 Korem 072 Pamungkas dan Polda DIY bersiap menghantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir. Tepat pukul 10.15 WIB, peti jenazah almarhum diturunkan ke liang lahat dengan diiringi tembakan Salvo sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum Burhan Muhammad yang gugur ketika menjalankan tugas negara. Dua putera almarhum yakni Pitra Amrullah dan Yoga Sulistyo Burhan pun turut mengantarkan almarhum ayahanda ke peristirahatan terakhir. Pemakaman tersebut juga secara langsung diikuti oleh Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, AM Fachir yang juga datang bersama Duta Besar Pakistan untuk Singapura yang sejak kemarin turut mengantarkan jenazah almarhum dari Singapura. Upacara pemakaman berlangsung selama kurang lebih 45 menit, dan diakhiri dengan tabur bunga oleh keluarga dan inspektur upacara serta kerabat almarhum. Makam almarhum Burhan Muhammad berada lima beat di sebelah utara makam sang istri yakni Heri Listyawati yang terlebih dahulu dimakamkan beberapa hari yang lalu. Sebelumnya, Mantan Wakil Presiden, Budiono sempat memberikan sambutan ketika jenazah hendak dibawa ke pemakaman Mondoliko. Budiono mengatakan sosok Burhan Muhammad merupakan duta besar yang tangguh dalam bertugas mengingat negara Pakistan merupakan negara yang beberapa kali sempat mengalami konflik. "Beliau sosok yang sangat tangguh dalam menjalankan tugas. Pengormatan terakhir yang tertinggi untuk beliau dan semoga keluarga diberikan kekuatan untuk terus maju kedepan menjalani kehidupan," ungkapnya