Bom bunuh diri Meledak 35 Orang Tewas

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Bom bunuh diri Meledak 35 Orang Tewas

PAK DHE
Sabtu, 18 April 2015
Satelit9.info Kabul- Seorang pelaku
bom bunuh diri yang menggunakan sepeda motor menyerang sebuah coffer di wilayah timur Afganistan, Sabtu (18/4/2015). Presiden Ashraf Ghani menyebut aksi yang menewaskan sedikitnya 35 orang itu merupakan perbuatan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Serangan di kota Jalalabad, ibu kota provinsi Nangarhar itu, mengincar kerumunan tentara dan warga sipil yang berkumpul di luar coffer tersebut untuk menerima gaji bulanan mereka. Juru bicara pemerintah provinsi Nangarhar, Ahmad Zia Abdulzai mengatakan selain menewaskan 35 orang, aksi bom bunuh diri itu juga melukai 125 orang lainnya. Beberapa jam setelah serangan maut itu, Presiden Ashraf Ghani mengeluarkan pernyataan resmi yang antara lain menuding ISIS berada di balik serangan bom bunuh diri tersebut. "Siapa yang bertanggung jawab atas tragedi di Nangarhar? Taliban tidak menyatakan bertanggung jawab. ISIS yang menyatakan mendalangi aksi itu," kata Presiden Ghani. Kelompok Taliban secara resmi membantah terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Jalalabad dan sebiah kota lain yang menewaskan satu warga sipil. "Kami mengecam dan membantah terlibat dalam kedua aksi pengeboman itu," kata juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid lewat akun Twitter-nya. Sebelumnya, Presiden Ghani memperingatkan ISIS mulai menancapkan pengaruhnya di Afganistan. Dalam kunjungannya ke AS bulan lalu, Presiden Ghani menyampaikan kekhawatirannya soal keberadaan ISIS di negeri yang dipimpimpinnya itu. "Jika kita tidak bersatu, orang-orang ini (ISIS) akan menghancurkan kita," ujar Presiden Ghani di hadapan 600 orang yang berkumpul di pusat pemerintahan provinsi Badakhstan, Faizabad. Dalam kesempatan itu, Ghani juga menyerukan agar Taliban bergabung dengan pemerintahan Kabul dan mengatakan setiap anggota yang bergabung dengan ISIS akan menerima kemarahan para pemimpin agama di Afganistan.