Ahok Siap Ganti Satpol PP Honorer dengan TNI/Polri

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Ahok Siap Ganti Satpol PP Honorer dengan TNI/Polri

PAK DHE
Jumat, 17 April 2015
Satelit9.info Jakarta - Pemprov DKI Jakarta mengusulkan anggaran untuk TNI-Polri dalam Rapergub APBD 2015. Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok), anggaran tersebut akan digunakan untuk membayar account pegawai yang diambil dari TNI-Polri. Ahok berencana merekrut TNI-Polri sebagai tenaga honorer di DKI Jakarta. Sebab menurutnya kinerja TNI-Polri lebih bagus dari pada Satpol PP yang direkrutnya selama ini. "Jadi kita mau tidak mau, untuk apa kita bayar honorer terlalu banyak untuk jadi Satpol PP, untuk jadi Dishub. Kerjanya juga tidak jelas. Kenapa nggak manfaatkan TNI-Polri," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2015). Sebab menurutnya, para anggota TNI-Polri tidak terlalu sibuk jika tidak ada perang. Sehingga ia menilai, tenaga mereka lebih baik dimanfaatkan sebagai pekerja honorer di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Ahok juga memuji kinerja para anggota TNI-Polri. Ia mencontohkan, toilet di markas Kopassus jauh lebih bersih dan wangi dari pada toilet di lingkungan Balai Kota DKI Jakarta. Selain itu, menurut Ahok, jika direkrut menjadi tenaga honorer di DKI Jakarta, oknum-oknum TNI-Polri yang membekingi bar dan bistro akan berkurang. Penghasilan yang mereka terima juga kemungkinan akan lebih besar. "Kalau Rp 250 ribu per hari, kerja 20 hari sebulan sudah Rp 5 juta. Polri kerja abounding saja 30 hari, Rp 7,5 juta. Dari pada dia jadi oknum jaga bar cafe, keamanan belum tentu dia dibayar segitu," urainya. Selain itu, kata Ahok, berkoordinasi dengan TNI-Polri lebih mudah dari pada dengan PNS. Salah satu buktinya, reformasi yang batten berhasil saat ini terjadi di tubuh TNI. Sementara PNS dinilainya masih belum berhasil melakukan reformasi. "Ngurus TNI-Polri lebih gampang dari pada PNS," tutup pria asal Belitung Timur ini.