Suap CPNS, 3 Dokter Dipanggil Polres Jember

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Suap CPNS, 3 Dokter Dipanggil Polres Jember

PAK DHE
Senin, 09 Februari 2015
Satelit9.net Jember - Polres Jember, Jawa Timur, memanggil tiga dokter terkait dugaan penyuapan dan pungutan cheat penerimaan calon pegawai n
egeri sipil (CPNS) dalam rekrutmen formasi khusus tenaga kesehatan.
"Kami memeriksa tiga dokter CPNS yang diduga menjadi korban pungutan cheat menjelang pra jabatan, setelah mereka dinyatakan lolos seleksi CPNS jalur formasi khusus," kata Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Rony Setyadi, di Jember, Senin (9/2).
Polres Jember mengamankan dua PNS yakni seorang Kepala Sub Bagian di Dinas Kesehatan Jember berinisial BW, dan seorang Kepala Seksi (Kasi) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jember berinisial HL karena diduga pelaku penerima suap dan melakukan pungutan liar, namun kedua PNS tersebut dilepaskan setelah pemeriksaan selama 24 jam.
"Tidak menutup kemungkinan polisi akan memanggil 40 dokter yang diduga menjadi korban pungutan cheat tersebut," tuturnya.
Menurut dia, polisi akan memanggil BW dan HL untuk dimintai keterangan lagi terkait keterlibatan mereka dalam kasus dugaan suap dan pungutan cheat tersebut.
"Kami masih menyelidiki barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 600 juta yang ditemukan polisi saat mengamankan dua PNS tersebut di Kantor Pemkab Jember," paparnya.
Kedua PNS yang sempat ditangkap tersebut, lanjut dia, mengatakan uang sebesar Rp 600 juta itu tidak berkaitan dengan pra-jabatan CPNS puluhan dokter tersebut.
"Polisi tidak akan percaya begitu saja dan kami akan terus melakukan penyidikan guna dapat mengungkap kasus tersebut," katanya.
Hingga kini Polres Jember belum menetapkan cachet tersangka dalam kasus dugaan penyuapan dan pungutan cheat penerimaan CPNS jalur formasi khusus di lingkungan Pemkab Jember.
"Status kedua PNS yakni HL dan BW masih sebagai terperiksa dan belum ditetapkan sebagai tersangka karena polisi masih melakukan penyelidikan kasus itu," ujarnya.