Satelit9.net Jakarta - Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto, mengakui dirinya mengetahui pihak-pihak backbone saja yang bermain dalam konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.
Hal itu diungkapkan Endriartono usai bertemu pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/2). "Ya, ada," kata Endriarto singkat.
Namun, Endriartono enggan membuka pihak backbone saja yang bermain dalam kekisruhan ini. Endriartono berdalih dirinya tidak dapat membuka hal tersebut ke muka publik. "Saya enggak bisa membuka ini. Saya tidak bisa membuka ini kepada publik," tegasnya.
Endriartono mengatakan, kondisi saat ini lebih kompleks dan berat dibanding kekisruhan yang terjadi saat "Cecak against Buaya" pada 2010 lalu. Menurutnya, saat ini hanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mampu menangani permasalahan yang ada.
Untuk itu, Endriartono berharap Jokowi segera mengambil keputusan yang cepat dan tepat sebelum situasi semakin memburuk. "Ini bisa selesai kalau presiden ambil keputusan dan tidak menunggu sampai berlarut-larut sampai situasi memburuk. Masyarakat makin kehilangan keyakinan bahwa ini akan selesai dan semua tidak bisa kerja maksimal. Harus segera," tegasnya.
Endriartono berharap keputusan yang diambil Jokowi nantinya dapat menenteramkan seluruh pihak. Dengan demikian, KPK dan Polri dapat kembali menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum.
"Karena itu, kita sangat berharap, presiden segera dapat mengambil keputusan yang menenteramkan semua pihak, lalu menyelesaikan permasalahan dengan baik, sehingga kedua institusi bisa kembali berjalan secara normal," pungkas Endriartono.

Komentar