Satelit9.net Jakarta -Kepolisian memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di titik-titik genangan air atau banjir yang tidak dapat dilalui kendaraan di ibu kota.
Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Direktorat Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, pihaknya telah memberlakukan pengalihan arus di beberapa titik genangan air atau banjir.
"Sifatnya situasional. Bergantung ketinggian dan panjang genangan. Itu kalau tidak bisa dilalui," ujar Budiyanto kepada satelit9.net., Senin malam (9/2).
Dikatakan Budiyanto, pihaknya menurunkan sekitar 1.500 anggota bekerja sama dengan Sabhara dan Pemerintah DKI Jakarta.
Ia menyampaikan, para anggota di lapangan bertugas mengatur lalu lintas di lokasi. Selain itu, memberikan informasi terkait arus lalu lintas, termasuk keselamatan berkendara.
"Kami kerja sama juga dengan Dinas PU (Pekerjaan Umum), memasang pompa-pompa air pada titik banjir supaya cepat surut," katanya.
Budiyanto mengimbau, kepada masyarakat agar menghindari titik-titik banjir yang ada. Tetap bersabar dan tidak memaksakan diri untuk menerobos banjir karena ketinggian air bervariasi.
"Masyarakat diharapkan dapat aktif melihat atau memberikan informasi melalui media sosial Twitter (@TMC Polda Metro) secara berkala. Cari informasi juga dengan menghubungi telepon TMC Polda Metro Jaya," katanya.
Diketahui, sejumlah ruas jalan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari TMC Polda Metro Jaya, banjir di antaranya terjadi di dekat Terminal Grogol setinggi 40 cm; di Jalan Boulevard Kelapa Gading 40 cm; di Jalan Condet 30 cm; Jalan Hayam Wuruk menuju Harmoni 40 cm; sekitar Rumah Sakit Sumber Waras Grogol 40 sampai 50 cm; Tol Jorr KM 8+600 Serpong 30 sampai 40 cm; depan RS Royal Daan Mogot 30 cm; Atma Jaya Pluit 50 cm; Benhil Raya 50 cm; depan Satpas SIM Daan Mogot 40 cm; Jalan Meruya 40 cm
Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Direktorat Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, pihaknya telah memberlakukan pengalihan arus di beberapa titik genangan air atau banjir.
"Sifatnya situasional. Bergantung ketinggian dan panjang genangan. Itu kalau tidak bisa dilalui," ujar Budiyanto kepada satelit9.net., Senin malam (9/2).
Dikatakan Budiyanto, pihaknya menurunkan sekitar 1.500 anggota bekerja sama dengan Sabhara dan Pemerintah DKI Jakarta.
Ia menyampaikan, para anggota di lapangan bertugas mengatur lalu lintas di lokasi. Selain itu, memberikan informasi terkait arus lalu lintas, termasuk keselamatan berkendara.
"Kami kerja sama juga dengan Dinas PU (Pekerjaan Umum), memasang pompa-pompa air pada titik banjir supaya cepat surut," katanya.
Budiyanto mengimbau, kepada masyarakat agar menghindari titik-titik banjir yang ada. Tetap bersabar dan tidak memaksakan diri untuk menerobos banjir karena ketinggian air bervariasi.
"Masyarakat diharapkan dapat aktif melihat atau memberikan informasi melalui media sosial Twitter (@TMC Polda Metro) secara berkala. Cari informasi juga dengan menghubungi telepon TMC Polda Metro Jaya," katanya.
Diketahui, sejumlah ruas jalan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari TMC Polda Metro Jaya, banjir di antaranya terjadi di dekat Terminal Grogol setinggi 40 cm; di Jalan Boulevard Kelapa Gading 40 cm; di Jalan Condet 30 cm; Jalan Hayam Wuruk menuju Harmoni 40 cm; sekitar Rumah Sakit Sumber Waras Grogol 40 sampai 50 cm; Tol Jorr KM 8+600 Serpong 30 sampai 40 cm; depan RS Royal Daan Mogot 30 cm; Atma Jaya Pluit 50 cm; Benhil Raya 50 cm; depan Satpas SIM Daan Mogot 40 cm; Jalan Meruya 40 cm

Komentar