Satelit9.net Jakarta-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima kunjungan General Manager (GM) PLN Jakarta Raya dan Tangerang Haryanto WS. Kunjungan Haryanto tersebut untuk membahas pemadaman listrik di Waduk Pluit saat banjir melanda wilayah ibu kota pada 9-11 Februari.
Usai pertemuan, Ahok menyatakan sudah tidak ada lagi kesalapahaman terkait pemadaman listrik di Waduk Pluit. Dia menuturkan, PLN akan membentuk jalur khusus listrik yang terpisah dari saluran listrik masyarakat.
"Enggak ada (masalah), kita mah baik-baik kok, temen, BBM-an. Tapi intinya, PLN sudah sepakat akan membuat sebuah jalur khusus yang memisahkan ini. PLN akan bantu, dan sudah kasih pendapat bahwa ganset yang ada di Waduk Pluit sebetulnya sudah ada dan cukup besar. Hanya pengaturannya tidak sinkron," ujarnya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2015).
Di beberapa wilayah rawan banjir, terang Ahok, PLN juga sepakat untuk menjaga pompa-pompa agar tetap berfungsi baik. PLN juga akan meninggikan posisi gardu agar tidak kembali terendam banjir dan mati disaat dibutuhkan.
"Saya kira kita berpikir ke depan ini, jaga bersama, waktu enam bulan sampai 1 tahun PLN dari pengalaman ini akan meninggikan semua gardu yang kira-kira hampir rendah," tukasnya.
Pada kesempatan yang sama, Haryanto berjanji akan menambah kapasitas daya listrik di sejumlah rumah pompa. Namun, saat ini baru Pasar Ikan, Jakarta Utara, yang sudah mendapat tambahan daya listrik.
"Untuk yang akan ditambah baru di Pasar Ikan. Saya sudah laporkan Pak Gubernur agar supaya dipasang kurang lebih 300 kva, pompa yang baru yang ada disana 400 kva, itu untuk melayani empat pompa yang kecil yang kapasitas 45 ribu volt. Tapi, untuk yang genset besar memang belum tersambung ke PLN. Ini lagi diproses, agar kita harapkan segera, sambil menunggu proses sambungan dari PLN," tambah Haryanto.
Sebelummya, Ahok kesal kepada PLN terkait pemadaman listrik di Waduk Pluit yang mengakibatkan berhentinya kinerja pompa pengurai banjir di Waduk Pluit sehingga banjir di wilayah Jakarta meluas. Sejumlah pompa di lokasi lain juga tak bisa berfungsi karena tidak ada listrik.
Usai pertemuan, Ahok menyatakan sudah tidak ada lagi kesalapahaman terkait pemadaman listrik di Waduk Pluit. Dia menuturkan, PLN akan membentuk jalur khusus listrik yang terpisah dari saluran listrik masyarakat.
"Enggak ada (masalah), kita mah baik-baik kok, temen, BBM-an. Tapi intinya, PLN sudah sepakat akan membuat sebuah jalur khusus yang memisahkan ini. PLN akan bantu, dan sudah kasih pendapat bahwa ganset yang ada di Waduk Pluit sebetulnya sudah ada dan cukup besar. Hanya pengaturannya tidak sinkron," ujarnya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2015).
Di beberapa wilayah rawan banjir, terang Ahok, PLN juga sepakat untuk menjaga pompa-pompa agar tetap berfungsi baik. PLN juga akan meninggikan posisi gardu agar tidak kembali terendam banjir dan mati disaat dibutuhkan.
"Saya kira kita berpikir ke depan ini, jaga bersama, waktu enam bulan sampai 1 tahun PLN dari pengalaman ini akan meninggikan semua gardu yang kira-kira hampir rendah," tukasnya.
Pada kesempatan yang sama, Haryanto berjanji akan menambah kapasitas daya listrik di sejumlah rumah pompa. Namun, saat ini baru Pasar Ikan, Jakarta Utara, yang sudah mendapat tambahan daya listrik.
"Untuk yang akan ditambah baru di Pasar Ikan. Saya sudah laporkan Pak Gubernur agar supaya dipasang kurang lebih 300 kva, pompa yang baru yang ada disana 400 kva, itu untuk melayani empat pompa yang kecil yang kapasitas 45 ribu volt. Tapi, untuk yang genset besar memang belum tersambung ke PLN. Ini lagi diproses, agar kita harapkan segera, sambil menunggu proses sambungan dari PLN," tambah Haryanto.
Sebelummya, Ahok kesal kepada PLN terkait pemadaman listrik di Waduk Pluit yang mengakibatkan berhentinya kinerja pompa pengurai banjir di Waduk Pluit sehingga banjir di wilayah Jakarta meluas. Sejumlah pompa di lokasi lain juga tak bisa berfungsi karena tidak ada listrik.

Komentar