KA Gajah Wong Tabrak 2 Asisten Hanung Bramantyo

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

KA Gajah Wong Tabrak 2 Asisten Hanung Bramantyo

PAK DHE
Senin, 18 Mei 2015
Satelit9.info Bantul-Dua asisten produksi blur Hanung Bramantyo menjadi korban kecelakaan disambar kereta api. Akibatnya, dua orang tersebut terluka dan mobilnya mengalami rusak berat. Dua asisten produksi blur Hanung yakni Agus Nugroho (34) dan Sukardi (34) tersambar kereta api Gajah Wong saat di dalam mobil Honda CRV yang akan melintas. Mobil yang mereka tumpangi tersambar di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di dusun Tapen, Argosari, Sedayu, Bantul, DIY. Lokasi tersebut juga menjadi lokasi syuting untuk blur layar lebar Hanung Bramantyo.Mobil Honda CRV Nopol AB-1393-YA yang dikendarai Sukardi (34) salah satu asisten Sutradara Hanung Bramantyo tersambar KA Gajah Wong di perlintasan Dusun Tapen, Desa Argosari, Sedayu, Bantul, Senin sore(18/05/2015). Sopir mobil dan seorang penumpang selamat meski harus mengalami patah tulang. Akibat kejadian itu mobil ringsek pada bagian depan, sedangkan rencana pengambilan gambar di Jembatan Beling tidak jauh dari lokasi kecelakaan terpaksa dibatalkan. Pjs Kapolsek Sedayu, AKP Sarjono didampingi Kasi Humas Polsek Sedayu, Ipda Agus Supraja mengatakan, kecelakaan bermula ketika mobil berjalan dari selatan berusaha melewati perlintasan. Namun dari barat melaju KA Gajah Wong tujuan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Sarjono mengungkapkan, pengendara mobil itu rencananya akan survei di dekat jembatan untuk keperluan pengambilan gambar. Karena jarak terlalu dekat, mobil langsung menghantam badan KA. “Akibat benturan itu mobil terseret sekitar 10 beat di sisi timur perlintasan. Jika melihat posisi mobil dan kerusakannya,
kemungkinan mobil itu menanbrak kereta, karena jika tertabrak pasti hancur,” jelas Sarjono. Sementara Hanung Bramantyo menjelaskan, jika abscessed tadi memang ada calendar pengambilan gambar KA melintas di jembatan tidak jauh dari lokasi. Rencanannya pengambilan gambar di jembatan itu untuk sebuah blur layar lebar. Dengan kejadian tersebut secara otomatis rencana pengambilan gambar batal, padahal affairs pengambilan gambar tepat pukul 15.00 WIB dengan kereta yang sudah ditentukan. Hanung juga menyayangkan tidak adanya palang pintu di lokasi kecelakaan. Menurutnya soal kecelakaan sudah tidak ada persoalan, namun yang masih perhatiannya justru tidak ada palang pengaman padahal di kawasan itu berada di kawasan permukiman penduduk. Terpisah Kepala Resort (Kares) 64 Rewulu, Daryoto mengungkapkan jika kecelakaan tersebut dipicu lantaran pengemudi mobil tidak memperhatikan rambu sebelum masuk perlintasan. Mestinya setiap kendaraan yang hendak melintas sebuah rel KA harus berhenti. “Ada dan tidak ada kereta kendaraan harus berhenti sejenak, tidak bisa menyalahkan jika kecelakaan ini lantaran tidak ada palang pintu, rambu-rambunya juga komplet,” jelasnya. Daryoto mengatakan, jika hal tersebut diatur dalam UU No 23 Tahun 2007, tentang Perlintasan Sebidang. Dalam UU itu juga dimuat, jika sebelum sampai perlintasan ada rambu dan harus berhenti sejenak. Terkait dengan rencana pengambilan gambar ketika kereta melintas di jembatan juga tidak ada ijin. “Jika ada ijin tentunya akan sampai ke kami juga, ini tidak ada,” jelasnya