Seorang napi Rutan Boyolali kabur

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Seorang napi Rutan Boyolali kabur

PAK DHE
Kamis, 12 Februari 2015
Satelit9.net Boyolali - Narapidana (napi) di rutan Boyolali kabur, Rabu (11/2) abscessed kemarin. Napi atas nama Eko Purnomo (27) warga Dukuh Mlaten, Desa Mojolegi, Teras, kabur dengan cara membobol atap dapur rutan.
Eko merupakan narapidana kasus penadah barang curian di vonis Pengadilan selama 10 bulan, namun masa hukumanya tinggal dua bulan. Menjelang kebebasanya, Eko yang dinilai berkelakuan baik oleh Rutan, berstatus tahanan samping.
Oleh pihak rutan, eko dikaryakan untuk bersih-bersih dan membantu memasak. Hanya, kepercayaan ini ternyata digunakan Eko untuk kabur.
Setelah makan, seperti biasa dia membersihkan dapur. Namun saat dicek oleh sipir yang bertugas, ternyata Eko sudah raib.
Diduga Eko kabur melalui atap dapur dan menjebol genting yang berada di sisi timur komplek Rutan.
Sementara itu pihak Rutan saat dikonfirmasi, Kamis (12/02), Kepala Rutan Achmad Chudori tengah berada di Semarang dan tidak ada petugas bersedia memberikan penjelasan.
Sementara itu, rutan juga meniadakan jam berkunjung bagi keluarga narapidana dengan memasang pengumuman didepan pintu masuk.
Terpisah, Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kasatreskrim AKP Budiarto membenarkan kejadian Napi kabur tersebut. Menurut Kasatreskrim, pihaknya diminta untuk mem-back up pengejaran terhadap napi itu.
“Kami hanya aback up karena statusnya adalah narapidana dan menjadi kewenangan Rutan,” ungkap Kasat.
Upaya pengejaran dilakukan di sejumlah wilayah di Boyolali yang diduga menjadi titik pelarian Eko. Pengejaran termasuk menghubungi pihak keluarga Eko. Hanya saja pihak keluarga menurut Kasat juga belum ada kontak dengan Eko.
Kasus kaburnya narapidana dari Rutan Boyolali sudah terjadi beberapa kali. Terakhir, Napi yang kabur atas nama Mardiyanto, warga Cepogo, pada awal Maret tahun kemarin.
Diduga, Mardiyanto memanfaatkan kelengahan petugas untuk kabur. Mardiyanto diduga kabur melalui bagian timur penjara dengan merusak pagar berduri.